Lamongan, InfoFaktual. Com – Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal di era digital, Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggagas program penguatan literasi budaya berbasis digital melalui pendekatan “Ethnogring”. Salah satu tradisi yang menjadi fokus utama dalam program ini adalah “Nyanggring”, sebuah ritual adat yang unik dan sarat makna.
Ethnogring sendiri merupakan konsep yang menggabungkan etnografi (studi tentang budaya) dengan teknologi digital. Melalui EthnoGring, berbagai aspek budaya lokal didokumentasikan, dikemas, dan disebarluaskan melalui platform digital seperti website, media sosial, dan aplikasi mobile.
Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono,S.T., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melestarikan budaya lokal. “Kami ingin anak-anak muda Tlemang tidak hanya mengenal tradisi Nyanggring dari cerita orang tua, tetapi juga dapat mengakses informasi yang lengkap dan menarik tentang tradisi ini melalui media digital,” ujarnya.
Tradisi Nyanggring sendiri merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tlemang sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah. Dalam ritual ini, masyarakat berkumpul di tempat terbuka, membawa hasil bumi, dan melakukan berbagai kegiatan seperti tarian, musik, dan doa bersama.

Tim pengembang Ethnogring Desa Tlemang telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mendokumentasikan tradisi Nyanggring, mulai dari wawancara dengan tokoh adat, pengambilan foto dan video, hingga penulisan artikel dan konten multimedia. Semua materi tersebut kemudian diunggah ke website resmi desa dan dibagikan melalui media sosial.
Selain itu, tim pengembang juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah di sekitar Desa Tlemang untuk mengintegrasikan materi Ethnogring ke dalam kurikulum pembelajaran. “Kami berharap dengan adanya integrasi ini, anak-anak sekolah dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal mereka,” kata salah satu guru di SD Negeri Tlemang.
Program EthnoGring Desa Tlemang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rubi’kah mengatakan bahwa program ini merupakan contoh inovatif dalam melestarikan budaya lokal di era digital. “Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Lamongan untuk mengembangkan potensi budaya mereka melalui teknologi digital,” ujarnya.
Dengan adanya program EthnoGring, diharapkan tradisi Nyanggring dan berbagai aspek budaya lokal lainnya di Desa Tlemang dapat terus lestari dan dikenal oleh masyarakat luas. Pungkasnya (Erna/ HMS)













