Gubernur Jawa Timur Hadiri Istighosah Akbar, Canangkan penguatan sumber daya manusia harus didukung dari pendekatan profesional dan spiritual.

Lamongan, InfoFaktual.com, – Gubernur Jawa Timur hadiri Semarak peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 masih berlangsung di Kabupaten Lamongan. Mulai dari peringatan upacara, pawai kirab santri, bazar UMKM, hingga jalan sehat dan istighosah akbar di Kawasan Gadjah Mada.

 

Kegiatan tersebut berlangsung adalah  jalan sehat, istighosah bersama hingga doa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PC Muslimat NU Lamongan Kartika Hidayati.

 

Dituturkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi momentum peringatan Hari Santri,l dijadikan sebagai acuan untuk terus merealisasikan program prioritas Lamongan “Lamongan Nyantri”. Program Lamongan Nyantri, merupakan program yang bertujuan untuk merawat nilai-nilai kesalehan sosial masyarakat agar dapat mempertahankan budaya yang beradab dan berakhlakul karimah bagi generasi masa depan.

 

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga telah melibatkan pesantren dan santri dalam setiap pembangunan. Bahkan realisasi program prioritas daerah hingga program prioritas pemerintah pusat, seperti cek kesehatan gratis (CKG) dan makan bergizi gratis (MBG).

Karena, pesantren dan santri memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena keduanya tidak hanya mempelajari aspek pendidikan, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan sosial-ekonomi.

 

“Pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lamongan membutuhkan semua komponen yang harus diterapkan, mulai dari sains, akademik, spiritual, hingga moral. Kecakapan akan seluruh komponen akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul untuk pembangunan daerah di masa depan,” tutur Yuhronur Efendi.

 

Selaras dengan yang disampaikan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang juga selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU untuk periode 2025–2030, bahwa penguatan sumber daya manusia harus didukung dari pendekatan profesional dan spiritual. Agar tercipta individu yang kompeten, beretika, dan memiliki motivasi kerja yang kuat dan bermakna.

 

“Santri semasa belajar dibekali pendekatan profesional dan spiritual. Kombinasi kedua pendekatan ini membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen tinggi, yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan daerah,” tutup Gubernur Jawa Timur Khofifah. ( HM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *