Galangkan Evaluasi Rutin, Demi Jaga Mutu MBG Di Lamongan

Lamongan, InfoFaktual.com, – Guna menjaga mutu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di Kabupaten Lamongan.

 

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0812 Lamongan, Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan pentingnya evaluasi rutin dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan halal bihalal SPPG se-Kecamatan Lamongan Kota yang digelar di GOR Lamongan, Sabtu (28/3/2026).

 

Dalam forum tersebut, Dandim Lamongan menekankan bahwa evaluasi berkala, khususnya yang dilakukan setiap bulan, menjadi langkah strategis dalam memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai tujuan.Menurutnya, evaluasi rutin bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan. Melalui proses ini, setiap kekurangan dapat segera diperbaiki sehingga kualitas layanan kepada masyarakat terus meningkat.

Pada intinya kami ingin program ini berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan,” ujarnya.Lebih lanjut, Dandim mengingatkan bahwa disiplin dalam menjalankan SOP merupakan aspek krusial yang tidak boleh diabaikan. Kepatuhan terhadap prosedur menjadi jaminan utama dalam menjaga kualitas makanan serta keamanan distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang terbukti melanggar aturan. Bahkan secara nasional, sekitar 700 unit SPPG telah ditutup karena tidak memenuhi standar operasional yang berlaku.Harapan kami di Lamongan tidak ada yang sampai terkena sanksi. Oleh karena itu, seluruh penyelenggara harus benar-benar menjaga kualitas dan mematuhi aturan,” tegasnya.Saat ini, terdapat sekitar 145 dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Lamongan.

Dengan jumlah tersebut, pengawasan dan evaluasi menjadi tantangan yang harus dijawab dengan komitmen dan koordinasi yang kuat antar seluruh pihak terkait.

Dandim menambahkan, evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek teknis operasional, tetapi juga mencakup standarisasi menu gizi, efisiensi penggunaan anggaran, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.Program ini diharapkan dapat mencetak generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan SPPG Lamongan Kota, Agustin, mengajak seluruh penyelenggara untuk bersama-sama menjaga keberhasilan program tersebut. Ia menekankan pentingnya pengawasan kolektif agar distribusi makanan tetap tepat sasaran dan sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara, dan masyarakat, pelaksanaan program MBG di Lamongan diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan. Evaluasi rutin serta kepatuhan terhadap SOP pun menjadi fondasi utama dalam memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi generasi penerus bangsa.

(Afik / Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *