Lamongan, InfoFaktual.com – SMPN 1 Solokuro Lamongan terus mengembangkan program kewirausahaan siswa dengan menggali potensi produk lokal berbasis bahan alam. Kini, sekolah SMPN 1 Solokuro memperkenalkan 4 inovasi unggulan. Inovasi itu meliputi ;
*Budidaya Jamur Tiram dengan sistem kreatif
*Pembuatan sabun wajah dari daun kelor.
* Lipbalm yang terbuat dari ekstrak buah naga yang banyak tumbuh di sekitar lembaga.
* Dan Pupuk cair Eco Enzim.
” Penanaman Jamur dengan metode berkelanjutan. Program penanaman jamur yang dijalankan oleh siswa siswi SMPN 1 Solokuro berfokus pada pertanian dan pangan, terang Kepala Sekolah Abd Munib. Tanaman jamur tiram sendiri, menggunakan media tanam alternatif dari limbah pertanian lokal, seperti serbuk gergaji dan ampas tebu. Selain efisien, metode ini juga membantu mengurangi sampah di sekitar sekolah. Hasil panen jamur tiram dan jamur kuping yang dihasilkan tidak hanya dijual secara langsung ke pasar lokal, tetapi juga diolah menjadi produk olahan seperti keripik jamur krispy untuk meningkatkan nilai jual dengan Packaging yang modern.

Tim siswa dan siswi SMPN 1 Solokuro juga mencoba inovasi lainnya, dengan mengolah ekstrak buah naga untuk kecantikan dan Kosmetik yakni mengembangkan Lipbalm untuk Pelembab bibir, agar bibir tidak mengalami kering dan pecah pecah. Kandungan antioksidan dan vitamin C dalam buah naga dipercaya bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.
Inovasi lain adalah sabun muka berbahan daun kelor , yang di kenal memiliki kandungan zat besi, vitamin A, dan protein tinggi. Sabun ini dirancang untuk membersihkan pori-pori dan mengurangi masalah kulit seperti jerawat. Proses pembuatan menggunakan metode sederhana yang dapat diadopsi oleh para siswa dan siswi juga masyarakat sekitar, sehingga sekolah juga membuka pelatihan bagi warga untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Kepala SMPN 1 Solokuro Lamongan Abd Munib,S.Pd.,M.Si.,menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada siswa siswi sekaligus mendukung ekonomi lokal.
“Kami berharap produk-produk ini dapat menjadi daya tarik daerah dan membuka peluang kerja bagi lulusan anak didik kami,” ujarnya menjelaskan kepada tim Media InfoFaktual di sela sela jam istirahat.
Ketika Jurnalis menanyakan apa kelebihan produksi Eco Enzim yang di buat oleh siswa siswinya, Kepala Sekolah murah senyum ini menerangkan bahwa dalam bahan baku pupuk cair tersebut, sama sekali tidak menggunakan bahan kimia dan murni dari limbah sampah sayur dan tanaman di sekitar rumah dan sekolah yang di ekstrak sedemikian rupa hingga aman di gunakan pada tanaman dan tidak berbau “, tutur Munib sambil memperlihatkan hasil Eco Enzim buatan para siswa siswinya.
( HMS/ R)













